Susu Berbakteri Enetrobacter Sakazakii
Akhir-akhir ini semakin marak pemberitaan tentang susu berbakteri setelah dilakukan penelitian oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor(IPB), yang dilakukan di negara Jerman. Karena banyaknya permintaan untuk membahas tentang susu berbakteri ini maka saya membahasnya. Dalam artikel ini akan membahas tentang:
-
Ciri-ciri terkena bakteri enterobacter sakazakii
-
Bayi yang rawan terkena bakteri enterobacter sakazakii
-
Ciri-ciri bayi yang terkena bakteri enterobacter Sakazakii
-
Cara perkembangbiakan bakteri Sakazakii
-
Tips supaya terhindar dari bakteri Sakazakii
-
Pengganti susu formula yang aman dan murah
Asal Bakteri Enterobacter Sakazakii
Enterobacter Sakazakii sebenarnya sudah ada dalam tubuh manusia terutama pada bagian usus halus, feces, urine. bakteri ini sebenarnya berguna untuk membusukan makanan. Selain didalam tubuh manusia bakteri ini berada dalam susu kiloan dan susu formula.
Susu yang disimpan dan cara penyajian yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri sakazakii bertambah pesat. Pemberian susu dengan menggunakan air yang bersuhu < 70 derajat celcius juga dapat memicu perkembangan bakteri tersebut.
Penyakit yang ditimbulkan bakteri Enetobacter sakazakii
Enterobacter sakazakii dapat menyebapkan pencernaan terganggu, jika sudah parah dapat menimbulkan pendarahan usus / radang usus, selain itu juga dapat menyebabkan radang otak
Bayi yang rawan terkena bakteri enterobacter sakazakii
-
Bayi lahir prematur.
-
Berat badan bayi dibawah batas normal
-
Bayi dibawah 1 tahun
-
Bayi terinfeksi penyakit lain
Ciri-ciri bayi yang terkena bakteri enterobacter Sakazakii
-
Diare berat
-
Terdapat bintik merah
-
Demam
-
Kejang-kejang
Bakteri Sakazakii dapat berkembang biak melalui:
-
Suhu yang hangat (<70 derajat celcius, terutama pada suhu 30-40 derajat celcius)
-
Pembuatan susu yang salah
-
Penyajian susu yang salah
-
Tempat susu yang tidak higienis
Tips supaya terhindar dari bakteri Sakazakii:
-
Cuci bersih tangan
-
Botol, dot, harus steril
-
Gunakan pembunuh kuman untuk mencuci botol, dot
-
Baca dan ikuti petunjuk pembuatan dan pemakaian susu
-
Gunakan air panas (>70 derajat celcius) tetapi jangan menggunakan air yang mendidih karena dapat menyebabkan gizi dalam susu berkurang
-
Susu yang telah dibuat lebih dari dua jam harus dibuang
-
Simpan ditempat yang bersih, kering, tertutup, dan di ruangan yang dingin/sejuk.
Cara aman dan murah agar terhindar dari bakteri sakazakii adalah menggunakan Air Susu Ibu (ASI). ASI baik diberikan sampai bayi berumur 6 bulan bahkan sampai bayi berumur 2 tahun.
artikel yang terkait:
tidak ditemukan


terimakasih atas infonya. mau bertanya kemasan yang tidak yang dimaksud seperti apa?
April 9th, 2008 at 3:07 pm
Sebenarnya ada kok standard ISO tahun 2006 yang membahas tentang ini kenapa BPOM menutup mata?
Ada duit ada fatwa kali yaa coba lihat:
http://antisusu.blogspot.com/2008/05/susu-formula-dan-bakteri-enterobacter.html
May 18th, 2008 at 11:03 am