Microsoft Tantang Google Book Search
Buku tampaknya masih merupakan “harta karun”. Buktinya, bisnis pencarian buku di ranah Internet dilirik oleh dua raksasa, Microsoft dan Google.
Microsoft akhirnya mengumumkan peluncuran Windows Live Search Books. Inilah layanan terbaru dari Windows Live yang menyediakan mesin pencarian buku di Internet. Layanan ini bakal menjadi pesaing Google Book Search, yang telah lebih dulu online pada akhir 2004. Kedua layanan ini masih dalam versi beta.
Pada tahap awal ini, Live Search Books menyediakan koleksi dari British Library di Inggris, University of California di Amerika Serikat,
“Kami sangat sensitif dengan hak cipta. Kami tidak akan melakukan banyak pemindaian massal untuk materi nonhak cipta,” ujar Danielle Tiedt, General Manager Live Search Selection, kepada BBC News.
Dalam persoalan hak cipta ini, Google pernah dilaporkan ke pengadilan oleh US Authors Guild pada September 2005. Author menganggap kerja sama Google dengan beberapa perpustakaan Amerika Serikat tidak menghilangkan kewajibannya terhadap para penulis buku-buku yang menjadi koleksi perpustakaan itu.
Di luar kontroversi soal hak cipta, layanan Google memiliki kelebihan ketimbang pesaing barunya, Live Search Books. Layanan Microsoft ini tak memiliki kemampuan mencari perpustakaan paling dekat dengan pengguna yang menyediakan buku yang dicari untuk dipinjam atau dibaca seperti yang diberikan Google.
Namun, Live Search Books punya potensi untuk menjadi perangkat yang sangat berguna dan menyenangkan. Microsoft telah menjadi Open Content Alliance–sebuah organisasi pemerintahan nirlaba bidang kebudayaan dan teknologi–yang sedang bekerja membangun arsip permanen dari content digital dari teks dan multimedia dalam berbagai bahasa.



